Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia

August 11,2011

Sambutan Sekretaris Jenderal AMAN pada Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia 

 

Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, 9 Agustus 2011

 

Bapak, Ibu, Saudara-saudariku Masyarakat Adat di seluruh pelosok Nusantara,

Hari ini, dari Tanah leluhur Masyarakat Adat Tobelo, saya menyambut Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, yang pada saat yang bersamaan juga dirayakan dengan penuh kegembiraan sekaligus keprihatinan di berbagai tempat di belahan bumi pertiwi. Suatu kehormatan bagi saya, mewakili Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mendapatkan kesempatan untuk merayakan hari penting ini di atas tanah leluhur Masyarakat Adat Tobelo. Dengan memohon ijin kepada leluhur Masyarakat Adat pemilik tanah ini dan atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, mari kita rayakan hari ini untuk menegaskan kembali hak-hak masyarakat adat sebagai hak azasi manusia dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk memajukan nilai-nilai kesetaraan, keadilan dan harkat martabat bagi kita seluruh warga Negara.

Bapak, Ibu, Saudara-saudariku Masyarakat Adat,

Tahun 1994, 17 tahun lalu, Sidang Umum PBB menetapkan bahwa tanggal 9 Agustus setiap tahun merupakan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia. Tahun 2007, 4 tahun lalu, tepatnya tanggal 13 September, kembali Sidang Umum PBB menorehkan tonggak sejarah penting dengan pengesahan Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat. Itulah 2 yang utama dari banyak kemenangan bersejarah yang kita rayakan hari ini. Bangsa-bangsa merdeka yang bergabung di dalam Perserikatan Bangsa Bangsa bersepakat bahwa penjajahan, penindasan, pemaksaan nilai-nilai dan eksploitasi masih terjadi di tengah-tengah bangsa yang sudah merdeka, khususnya terhadap masyarakat adat. Atas dasar kenyataan ini pula, PBB mengambil langkah untuk menyediakan rumah aspirasi bagi masyarakat adat dalam bentuk Forum Tetap PBB untuk Masalah-Masalah Masyarakat (UN Permanent Forum on Indigenous Issues, UNPFII) yang diselenggarakan setiap tahun di Markas PBB di New York di mana masyarakat adat nusantara melalui AMAN menjadi bagian dari forum tetap ini.

Apa yang dilakukan di PBB ini sejalan dengan amanat konstitusi kita, di dalam Pembukaan UUD 1945 untuk menghapuskan segala bentuk-bentuk penjajahan di atas bumi ini! Konstitusi kita juga dengan tegas menyatakan bahwa hak-hak masyarakat adat diakui dan dilindungi oleh Negara. Oleh karena itu, perayaan hari internasional ini juga bermakna bagi kita Bangsa Indonesia untuk kembali ke amanat UUD 1945, kembali ke cita-cita bersama para pendidi bangsa untuk berdaulat, Mandiri dan bermartabat.

Bapak, Ibu, Saudara-Saudariku Masyarakat Adat,

Pada kesempatan yang baik ini saya kembali mengingatkan kita semua bahwa keberlanjutan kehidupan yang berdaulat, mandiri dan bermartabat adalah merupakan dasar pengabdian Masyarakat Adat untuk terus berjuang, tanpa kenal lelah, dari generasi ke generasi, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para tetua, pemangku dan warga adat di Halmahera, khususnya di Tobelo ini dan Masyarakat Adat yang lain di seluruh Nusantara.

Indonesia, Negara Kepulauan yang maha luas di antara Benua Asia dan Australia, yang berabad-abad silam sudah dikenal sebagai Nusantara, mendapatkan berkah menjadi Negara yang paling kaya dengan keberagaman budaya dan juga keanekaragaman hayati. Di mata dunia, di hadapan bangsa-bangsa lain,  Indonesia diterima dan dihormati, bukan hanya sebagai “mega-biodiversity country”, tetapi juga sebagai “mega-cultural diversity country”. Kita kaya dengan pengetahuan untuk menjaga dan mengelola alam. Identitas budaya Masyarakat Adat di Nusantara tidak terpisahkan dari alam, dari tanah, dari hutan dan dari laut yang mereka warisi dari leluhurnya. Dengan beragam budaya yang masih memandu hidupnya, masyarakat adat nusantara masih terus mengembangkan daya ciptanya, kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang: seni, sastra dan ilmu pengetahuan. Sumbangan masyarakat adat inilah yang menjadi tema resmi PBB untuk perayaan hari ini: “Indigenous designs: celebrating stories and cultures, crafting our own future”, “Rancang Bangun Adat: merayakan kisah dan budaya, menganyam sendiri masa depan kita”.

Bapa, Ibu, Saudara-saudariku Masyarakat Adat Nusantara

Sumbangan masyarakat adat memang sudah diakui oleh PBB dan masyarakat internasional. Keberadaaan masyarakat adat memang sudah diakui sejak Bangsa Indonesia ini diproklamirkan dan dituangkan dalam konstitusi kita dan bahkan sudah mulai mendapatkan pengakuan hukum di beberapa UU nasional terbaru di masa reformasi. Tetapi pada kenyataannya di lapangan, kita masih menghadapi tantangan yang besar untuk terus melakukan perubahan mendasar untuk memelihara identitas kita, tradisi kita, kearifan local kita karena pada saat yang bersamaan berbagai proyek pembangunan dari Pemerintah dan perusahaan yang mengeksploitasi kekayaan yang dititipkan leluhur kita dan mencuri pengetahuan kita untuk tujuan komersial semata-mata tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari masyarakat adat. Kita masih harus bekerja lebih kerja, berjuang dengan pengorganisasian yang jauh lebih baik untuk memastikan bahwa pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak adat kita bisa memberikan keadilan dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat adat. Kita masih harus terus memampukan diri kita sebagai masyarakat adat untuk membangun diri sendiri, mengayam masa depan kita sendiri yang berdaulat secara politik, Mandiri secara ekonomi dan bermartabat secara budaya.

Bapa, Ibu, Saudara-saudariku Masyarakat Adat Nusantara

Marilah kita rayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Se-Dunia ini dengan semangat kebersamaan di antara sesama masyarakat adat dan antara masyarakat adat dengan Pemerintah untuk saling memaafkan atas sejarah penjajahan dan konflik yang kita alami di masa lalu, khususnya selama Rejim Orde Baru yang kelam, tanpa kita melupakannya. Forgiveness but not forget. Mari kita bicara terbuka penderitaan kita, mari kita bicara tentang kebenaran yang pahit yang kita sudah lalui. Sekali lagi, saya mengajak saudaraku dan saudariku masyarakat adat untuk mampu memaafkan dan sekaligus untuk mampu tidak melupakan sejarah. Kita harus berani menatap masa depan tanpa terpenjara oleh masa lalu kita.

Dengan kekayaan dan kekuatan adat kita, dengan kemampuan rancang bangun adat, dengan kisah dan budaya kita masing-masing, mari kita anyam kembali masa depan kita, kita bersatu, kita berorganisasi, kita saling menguatkan, kita raih cita-cita bersama Masyarakat Adat yang berdaulat, Mandiri dan bermartabat.

Selamat merayakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia bagi seluruh Masyarakat Adat di mana pun berada.

Terimakasih.

Agenda Kegiatan

SenSelRabKamJumSabMing
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Kontak

  • Telapak

    Jl. Pajajaran No. 54 
    Bogor 16143, Jawa Barat, Indonesia
    Phone : +62 251 8393 245, 715 9902
    Fax : +62 251 8393 247
    Email : info@telapak.org